{"id":8178,"date":"2026-08-13T09:03:40","date_gmt":"2026-08-13T02:03:40","guid":{"rendered":"https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/?p=8178"},"modified":"2026-09-21T08:05:01","modified_gmt":"2026-09-21T01:05:01","slug":"cegah-karhutla-dari-sekolah-balai-p2sdm-wilayah-v-tanamkan-kesadaran-menjaga-hutan-kepada-generasi-muda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/2026\/08\/13\/cegah-karhutla-dari-sekolah-balai-p2sdm-wilayah-v-tanamkan-kesadaran-menjaga-hutan-kepada-generasi-muda\/","title":{"rendered":"Cegah Karhutla dari Sekolah, Balai P2SDM Wilayah V Tanamkan Kesadaran Menjaga Hutan  Kepada Generasi Muda"},"content":{"rendered":"<p><strong>Dari mengenal hutan, memahami ancaman Karhutla, hingga menanam pohon, 32 pelajar SMP\u00a0 Negeri 2 Loa Janan diajak menjadi bagian dari generasi pelestari hutan<\/strong><strong>.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kutai Kartanegara, 13 Agustus 2026 <\/strong><\/p>\n<p>Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya membutuhkan\u00a0 kesiapsiagaan di lapangan, tetapi juga kesadaran masyarakat sejak dini. Menjawab kebutuhan\u00a0 tersebut, Balai Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Wilayah V terus\u00a0 memperkuat edukasi kehutanan kepada generasi muda melalui kegiatan <strong>Forester Goes to School <\/strong>dan <strong>Sosialisasi \u201cPengenalan dan Pengendalian Karhutla\u201d <\/strong>di SMP Negeri 2 Loa Janan, Kabupaten\u00a0 Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.<\/p>\n<p>Sebanyak 32 siswa\/i mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang tidak hanya untuk memberikan\u00a0 pengetahuan mengenai hutan dan ancaman karhutla, tetapi juga mengajak pelajar melakukan\u00a0 aksi nyata melalui penanaman pohon.<\/p>\n<p>Kegiatan dibuka oleh <strong>Kepala SMP Negeri 2 Loa Janan, Bapak Abdurrasid <\/strong>dan dilanjutkan dengan\u00a0 edukasi yang disampaikan oleh penyuluh kehutanan Balai P2SDM Wilayah V.<\/p>\n<p><strong>Mengenalkan Karhutla dengan bahasa generasi muda <\/strong><\/p>\n<p>Pada sesi <strong>\u201cPengenalan dan Pengendalian Karhutla\u201d<\/strong>, para siswa diajak memahami penyebab,\u00a0 dampak, serta pentingnya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.<\/p>\n<p>Materi dikemas secara komunikatif agar isu karhutla yang selama ini sering dipahami sebagai\u00a0 persoalan teknis dapat dipahami oleh pelajar sebagai persoalan yang berkaitan langsung dengan\u00a0 kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p>Siswa juga mendapatkan materi <strong>\u201cHutan Tropis: Dunia Ajaib yang Penuh Kehidupan\u201d<\/strong>, yang\u00a0 memperkenalkan hutan tropis sebagai ekosistem yang menyimpan kekayaan flora dan fauna serta\u00a0 memiliki peran penting bagi kehidupan manusia.<\/p>\n<p>Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya diajak untuk mengetahui <strong>apa itu hutan<\/strong>, tetapi\u00a0 juga memahami <strong>mengapa hutan harus dijaga dan apa yang dapat mereka lakukan untuk ikut\u00a0 melindunginya<\/strong>.<\/p>\n<p><strong>Belajar Tidak Berhenti di Ruang Kelas <\/strong><\/p>\n<p>Pesan menjaga hutan kemudian diterjemahkan menjadi aksi nyata.<\/p>\n<p>Usai mengikuti sosialisasi, para siswa bersama Balai P2SDM Wilayah V melakukan <strong>penanaman\u00a0 bibit pohon meranti dan jambu <\/strong>di lingkungan sekolah.<\/p>\n<p>Kegiatan ini menjadi bagian penting dari konsep <strong>Forester Goes to School<\/strong>, yaitu menghadirkan\u00a0 pembelajaran kehutanan yang tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi memberikan\u00a0 pengalaman langsung kepada peserta didik.<\/p>\n<p>Melalui penanaman pohon, siswa diperkenalkan pada proses sederhana dalam menjaga\u00a0 lingkungan sekaligus diajak memahami bahwa menjaga hutan membutuhkan konsistensi,\u00a0 kepedulian, dan keterlibatan setiap orang.<\/p>\n<p>Sebagai bentuk keberlanjutan kegiatan, Balai P2SDM Wilayah V juga menyerahkan <strong>bibit pohon\u00a0 meranti kepada pihak SMP Negeri 2 Loa Janan <\/strong>untuk ditanam dan dirawat di lingkungan sekolah.<\/p>\n<p>Penyerahan bibit tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan ruang hijau di sekolah, tetapi\u00a0 juga menjadi <strong>media pembelajaran hidup <\/strong>bagi siswa untuk mengamati pertumbuhan pohon dan\u00a0 memahami pentingnya menjaga vegetasi bagi lingkungan.<\/p>\n<p><strong>Menyiapkan Generasi Pelestari Hutan <\/strong><\/p>\n<p>Kegiatan <em>Forester Goes to School <\/em>merupakan bagian dari upaya Balai P2SDM Wilayah V\u00a0 memperkuat literasi kehutanan dan membangun karakter peduli lingkungan di kalangan generasi\u00a0 muda.<\/p>\n<p>Program edukasi Balai P2SDM Wilayah V diarahkan untuk memberikan pengetahuan mengenai\u00a0 fungsi hutan, keanekaragaman hayati, konservasi, serta mendorong lahirnya <strong>Generasi Pelestari\u00a0 Hutan<\/strong>. Pendekatan pembelajarannya menggabungkan edukasi, diskusi, praktik lapangan,\u00a0 pengenalan flora dan fauna, serta aksi nyata.<\/p>\n<p>Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata pelaksanaan penyuluhan kehutanan yang menempatkan\u00a0 <strong>pembangunan sumber daya manusia <\/strong>sebagai bagian penting dari upaya menjaga kelestarian\u00a0 hutan.<\/p>\n<p>Bagi Balai P2SDM Wilayah V, membangun kesadaran generasi muda merupakan investasi jangka\u00a0 panjang. Ketika pengetahuan tentang hutan tumbuh sejak sekolah, diharapkan akan terbentuk\u00a0 perilaku yang lebih peduli, bertanggung jawab, dan mampu mengambil peran dalam menjaga\u00a0 lingkungan.<\/p>\n<p><strong>Dari 32 Pelajar, Menjadi Gerakan yang Lebih Besar <\/strong><\/p>\n<p>Sebanyak 32 pelajar yang mengikuti kegiatan ini menjadi bagian dari pesan yang lebih besar:\u00a0 <strong>pencegahan karhutla bukan hanya tanggung jawab petugas kehutanan, tetapi merupakan\u00a0 tanggung jawab bersama.<\/strong><\/p>\n<p>Sekolah dapat menjadi ruang awal untuk membangun kesadaran tersebut. Guru dapat menjadi penggerak.<\/p>\n<p>Penyuluh kehutanan dapat menjadi pendamping.<\/p>\n<p>Generasi muda dapat menjadi bagian dari solusi.<\/p>\n<p>Melalui <em>Forester Goes to School<\/em>, Balai P2SDM Wilayah V ingin memastikan bahwa pesan menjaga\u00a0 hutan tidak hanya berhenti sebagai pengetahuan, tetapi tumbuh menjadi kepedulian dan\u00a0 tindakan.<\/p>\n<p><strong>Karena hutan yang lestari tidak hanya membutuhkan penjaga di lapangan, tetapi juga\u00a0 membutuhkan generasi yang sejak dini memahami mengapa hutan harus dijaga. <\/strong><\/p>\n<p><strong>Dari sekolah, kesadaran itu ditanam. Dari generasi muda, masa depan hutan Indonesia dijaga. <\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dari mengenal hutan, memahami ancaman Karhutla, hingga menanam pohon, 32 pelajar SMP\u00a0 Negeri 2 Loa Janan diajak menjadi bagian dari generasi pelestari hutan. Kutai Kartanegara, 13 Agustus 2026 Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya membutuhkan\u00a0 kesiapsiagaan di lapangan, tetapi juga kesadaran masyarakat sejak dini. Menjawab kebutuhan\u00a0 tersebut, Balai Penyuluhan dan Pengembangan Sumber&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,21],"tags":[],"class_list":["post-8178","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita","category-publikasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8178","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8178"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8178\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8179,"href":"https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8178\/revisions\/8179"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8178"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8178"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8178"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}