{"id":3621,"date":"2021-03-24T08:54:41","date_gmt":"2021-03-24T08:54:41","guid":{"rendered":"http:\/\/bp2sdm.menlhk.go.id\/web\/?p=3621"},"modified":"2025-09-04T11:23:02","modified_gmt":"2025-09-04T04:23:02","slug":"ingin-usaha-aren-berhasil-mari-belajar-dari-petani-aren","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/2021\/03\/24\/ingin-usaha-aren-berhasil-mari-belajar-dari-petani-aren\/","title":{"rendered":"INGIN USAHA AREN BERHASIL?&#8230;. MARI  BELAJAR DARI PETANI AREN"},"content":{"rendered":"<p><strong><em>\u201c<\/em><\/strong><strong><em>M<\/em><\/strong><strong><em>engembangkan AREN sama dengan mengembangkan MUTIARA\u201d \u201cJangan takut gagal, karena kegagalan 1000 kali menghasilkan 1000 pengalaman<\/em><\/strong><em>\u201d<\/em><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/capture-zoom-1-300x146.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"146\" class=\"alignright size-medium wp-image-3623\" srcset=\"https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/capture-zoom-1-300x146.jpg 300w, https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/capture-zoom-1-1024x499.jpg 1024w, https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/capture-zoom-1-768x374.jpg 768w, https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/capture-zoom-1.jpg 1049w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>kalimat sarat makna dan penuh motivasi tersebut diucapkan oleh Pak ANWAR, saat menjadi narasumber dalam kegiatan \u201cTemu Teknis Kewirausahaan Komoditas Aren bagi Penyuluh Kehutanan PNS regional Sumatera\u201d yang dilaksanakan secara <em>online <\/em>tanggal 22-26 Maret 2021. Pak Anwar selaku Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Mitra Mandala, Desa Hariang, Kecamatan\u00a0 \u00a0Sobang,\u00a0 \u00a0Kabupaten\u00a0 \u00a0Lebak,<\/p>\n<p>Provinsi Banten sudah berpengalaman puluhan tahun mengembangkan usaha aren, mulai dari hulu sampai dengan hilir. Pengalamannya menjadikan Pak Anwar sebagai narasumber yang mampu menggugah 50 orang Penyuluh Kehutanan PNS dari 9 provinsi dan 6 UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Sumatera untuk serius menyimak dan bertanya lebih banyak tentang aren.<\/p>\n<p>KTH Mitra Mandala, yang telah ditetapkan sebagai Lembaga Pelatihan dan Pemagangan Usaha Kehutanan Swadaya (LP2UKS) atau Wanawiyata Widyakarya pada tahun 2016, sangat mumpuni sebagai <em>role model <\/em>dalam pelatihan dan pemagangan bagi KTH atau masyarakat umum dalam hal budidaya, pengolahan dan pemasaran produk aren. <em>Gula Aren Hariang<\/em>, produk KTH Mitra Mandala ini telah\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0berhasil\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0menembus\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0pasar internasional karena telah memiliki sertifikat pangan organik, baik sertifikat nasional dan internasional. Gula aren Hariang sudah diekspor ke Amerika, Eropa, dan beberapa negara di Asia melalui eksportir dan ekspor sendiri gula aren jahe merah ke Korea Selatan sebanyak 400-600 kg\/bulan. \u00a0Produksi gula \u00a0aren \u00a0dari kelompok ini mencapai mencapai 20 ton\/bulan, \u00a0dengan penghasilan per bulan 35-55 juta<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3624\" src=\"https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Capture-Barang.jpg\" alt=\"\" width=\"999\" height=\"491\" srcset=\"https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Capture-Barang.jpg 999w, https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Capture-Barang-300x147.jpg 300w, https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Capture-Barang-768x377.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 999px) 100vw, 999px\" \/><\/p>\n<p>Pak Anwar dan Kang Buhori tidak sungkan-sungkan membagikan \u201csemua\u201d pengetahuan dan pengalaman praktis dalam menekuni usaha gula aren. Tips dan trik pengolahan nira menjadi gula aren dan gula semut organik, maupun pemasaran bahkan mengurus perizinan dan sertifikat organic. \u00a0Setiap\u00a0 pertanyaan dijawab dengan lugas oleh Pak Anwar dan tim. Di\u00a0samping itu dalam kesempatan yang sama Pak Hendrik Adrian Ngala dari KTH\/LP2UKS Mahwo wo ondo, Tomohon Sulawesi Utara juga ikut membagikan pengalaman di daerahnya dalam budidaya aren. KTH Mahwo wo ondo juga telah memiliki sertifikat sumber benih aren yang sudah teregistrasi.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3625\" src=\"https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Vicon.jpg\" alt=\"\" width=\"833\" height=\"469\" srcset=\"https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Vicon.jpg 833w, https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Vicon-300x169.jpg 300w, https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Vicon-768x432.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 833px) 100vw, 833px\" \/><\/p>\n<p>Paparan materi terkait akses pemasaran dan perizinan yang disampaikan oleh Kang Buhori mampu membuat para peserta berdecak kagum. Bagaimana tidak, kang buhori mampu menjelaskan materi terkait pemasaran dan perizinan komoditas aren ini secara detail dan rinci. Bagaimana strategi marketing yang diterapkan oleh mitra mandala dalam menembus pasar nasional dan internasional mampu dipaparkan secara jelas dan lugas. Beliau menegaskan bagaimana tips dan trik produk kelompok bisa diterima oleh market yang dituju. Kelompok harus memiliki perencanaan terkait \u00a0pemasaran, \u00a0bagaimana \u00a0kelompok harus menentukan market yang harus mereka tuju, sehingga produk yang dihasilkan mampu menyesuaikan dengan target market yang ingin dicapai sesuai dengan perencanaan yang disusun. Kerjasama tim, kesabaran dalam menjalankan target rencana pemasaran, sistem pemasaran dan bagaimana kiat menjaring buyer merupakan hal-hal yang penting yang disampaikan kang bustomi agar bisa menjadi motivasi bagi para peserta yang merupakan penyuluh kehutanan dalam melakukan pendampingan di kelompok. \u201cUsaha tidak akan memungkiri hasil\u201d ucap kang Buhori mengakhiri sesi paparannya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignright wp-image-3626\" src=\"https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Vicon-lagi.jpg\" alt=\"\" width=\"455\" height=\"263\" srcset=\"https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Vicon-lagi.jpg 839w, https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Vicon-lagi-300x173.jpg 300w, https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Vicon-lagi-768x444.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 455px) 100vw, 455px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selain \u00a0materi \u00a0teknis \u00a0terkait \u00a0aren, Penyuluh Kehutanan juga ditingkatkan kemampuannya dalam mengembangkan akses permodalan, pembukuan keuangan KTH dan keterampilan berkomunikasi bisnis.\u00a0\u00a0 Temu Teknis Kewirausahaan Aren merupakan salah satu upaya yang dikembangkan\u00a0 \u00a0oleh\u00a0 \u00a0Pusat\u00a0 \u00a0Penyuluhan, BP2SDM\u00a0\u00a0 \u00a0untuk\u00a0\u00a0 \u00a0menjawab\u00a0\u00a0 \u00a0kebutuhan peningkatan kapasitas \u00a0Penyuluh Kehutanan dalam mendampingi Kelompok Tani Hutan, khususnya dalam mengembangkan kelola usaha. Komoditas aren dipilih karena termasuk komoditas unggulan yang dikelola oleh KTH dampingan Penyuluh Kehutanan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3627\" src=\"https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/bareng.jpg\" alt=\"\" width=\"1139\" height=\"460\" srcset=\"https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/bareng.jpg 1139w, https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/bareng-300x121.jpg 300w, https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/bareng-1024x414.jpg 1024w, https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/bareng-768x310.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1139px) 100vw, 1139px\" \/>Pembelajaran praktis dari pengalaman Petani Sukses menjadi salah satu metode penyuluhan \u00a0yang\u00a0 dikembangkan \u00a0oleh Pusat Penyuluhan, BP2SDM sejak tahun lalu. Temu Teknis Kewirausahaan Komoditas \u00a0Unggulan KTH, \u00a0yang terintegrasi dengan sistem pembelajaran <em>e learning <\/em>(<em>Learning Management System<\/em>) yang dikelola oleh Pusat Diklat SDM LHK ini dinilai \u00a0sangat \u00a0baik \u00a0oleh \u00a0sebagian \u00a0besar<\/p>\n<p>peserta. \u201cKondisi pandemic covid-19 hendaknya menjadi momentum bagi penyuluh kehutanan untuk beradaptasi dan memanfaatkan perkembangan teknologi digital dalam menjalankan panggilan tugas\u201d, demikian pesan penutup Kepala Pusat Penyuluhan dalam Sambutan Pembukaan kegiatan Temu Teknis Kewirausahaan Komoditas Aren.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3628 aligncenter\" src=\"https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/keren.jpg\" alt=\"\" width=\"763\" height=\"401\" srcset=\"https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/keren.jpg 983w, https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/keren-300x157.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 763px) 100vw, 763px\" \/><\/p>\n<p>Semoga manfaat Temu Teknis ini tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi dapat\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0diterapkan\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0dan\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0memberikan dampak positif bagi pendampingan KTH binaan menuju masyarakat sejahtera, hutan dan lingkungan lestari.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Bila ingin membuat garis, Jangan lupa memakai mistar.<\/em><\/p>\n<p><em>Jika ingin mendapat ilmu aren yang praktis.<\/em><\/p>\n<p><em>Di Temu Teknis online lah tempat kita belajar<\/em><\/p>\n<p><em>(Ira Suriani \u2013 KPH Wilayah V, DLHK Aceh)\u00a0 \u00a0<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0Buah delima di kebun duren Enak rasanya menyegarkan hati<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0Belajar serius budidaya aren Dapat hasilnya tinggal nikmati<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0(Syamsiah \u2013 KPH Pesawaran, Lampung)<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0Buah cempedak buah manggis belinya di pasar jum&#8217;at,<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0Jangan lupa beli tisu<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0Peserta dan narasumber TTO memang hebat, <\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0Siap bekerja untuk Indonesia maju<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0(Oky Pramudya \u2013 KPH\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 , Jambi)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cMengembangkan AREN sama dengan mengembangkan MUTIARA\u201d \u201cJangan takut gagal, karena kegagalan 1000 kali menghasilkan 1000 pengalaman\u201d kalimat sarat makna dan penuh motivasi tersebut diucapkan oleh Pak ANWAR, saat menjadi narasumber dalam kegiatan \u201cTemu Teknis Kewirausahaan Komoditas Aren bagi Penyuluh Kehutanan PNS regional Sumatera\u201d yang dilaksanakan secara online tanggal 22-26 Maret 2021. Pak Anwar selaku Ketua&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":3631,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-3621","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3621","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3621"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3621\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7674,"href":"https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3621\/revisions\/7674"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3631"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3621"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3621"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bp2sdm.kehutanan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3621"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}